Program TERANG Hivos Akses

merdeka.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menggenjot penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam rangka pencapaian target bauran energi sebesar 23 persen di tahun 2025. Program pemerintah ini kini mendapat dukungan dari organisasi internasional pembangunan nirlaba non-pemerintah, Hivos.

Hivos akan berkolaborasi dengan berbagai mitra mengimplementasikan program TERANG (Investing in Renewable Energy for Rural, Remote Communities) dalam hal pengadaan EBT.

Hivos saat ini tercatat telah menyediakan akses listrik bagi 5.079 rumah tangga menggunakan energi baru terbarukan, 25 sekolah dengan sumber energi terbarukan sebesar 60,68 KW dari PV solar.

Di akhir tahun 2017, proyek TERANG ini telah menyediakan akses listrik bagi 26 kabupaten di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.

“Dan rasio elektrifikasi Pulau Ikonik Sumba di NTT meningkat dari 24,5 persen dari tahun 2010 menjadi 42,67 persen pada tahun 2017,” ungkap Program Coordinator Hivos, Robert de Groot di Jakarta Rabu (24/1).

Dia menekankan pentingnya pengembangan energi baru terbarukan dalam upaya memperluas cakupan penggunaan listrik oleh masyarakat.

Tercatat per Desember 2017, Indonesia mencapai 94,91 persen rasio elektrifikasi, di mana hampir semua wilayah dari Aceh sampai Sulawesi memiliki rasio elektrifikasi di atas rata-rata 70 persen.

Sementara di Nusa Tenggara Timur rasio elektrifikasi hanya mencapai 60,74 persen dan Papua juga memiliki rasio elektrifikasi sebesar 60,74 persen.

“Proyek kolaborasi seperti TERANG memegang peranan penting dalam memperluas cakupan energi terbarukan secara off-grid, menjangkau masyarakat di desa terpencil, serta meningkatkan mata pencaharian mereka melalui pemakaiannya,” jelas dia.

(Sumber: https://www.merdeka.com/uang/program-terang-hivos-sediakan-akses-listrik-bagi-5079-rumah-tangga.html)