SUMBA BARAT DAYA, NTT – Peningkatan kapasitas dan kemampuan berbisnis saat ini merupakan suatu keniscayaan. Para pengelola koperasi energi baru dan terbarukan (EBT) di Sumba juga menyadari perlunya peningkatan kapasitas diri dan pengetahuan berbisnis ini. Itulah sebabnya, mereka sangat antusias mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah bekerja sama dengan Hivos, pada 17-19 Mei 2017, di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.

Dengan mengikuti kegiatan Bimtek, mereka berharap dapat meningkatkan kemampuan diri dalam menyusun strategi bisnis dan pengembangan bisnis, meningkatkan kualitas komoditi usaha sesuai target pasar, serta sertifikasi prBimtek Koperasi HivosRESIZEoduk sesuai tuntutan pasar (contoh: sertifikasi halal, sertifikasi organik, dan ISO).

Semangat untuk maju ini ditunjukkan oleh 49 peserta dari Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya. Selama tiga hari, mereka bersemangat mengikuti Bimbingan Teknik Diversifikasi Usaha Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) berbasis Energi Alternatif untuk Koperasi/Organisasi Masyarakat (OMS) pengelola Energi Baru Terbarukan.

Para peserta Bimtek ini selain merupakan pelaku UKM/Koperasi pengelola EBT, juga memiliki usaha ekonomi produktif.

Dalam sambutannya, Asisten Deputi Industri dan Jasa, Kemenkop & UKM. Ibu Victoria, menyatakan, Sumba punya potensi besar seperti kacang mete dan kemiri, tetapi pengolahannya masih manual. Pemanfaatan teknologi baru untuk pengolahan potensi tersebut jelas membutuhkan ketersediaan energi listrik. Itu sebabnya, pengembangan EBT menjadi solusi untuk memasok kebutuhan energi listrik bagi usaha produktif.

Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu, juga memotivasi seluruh peserta agar terus maju dengan usaha sendiri dan memanfaatkan bekal pengetahuan yang didapatkan selama kegiatan.

Dalam pelaksanaan Bimtek yang meriah ini ada empat narasumber yang memberikan pembekalan melalui materi terkait kepada para peserta. Pembekalan pertama oleh Laily Syukriah Himayati dari Hivos, yang menyampaikan tentang program Sumba Iconic Island (SII) dan tujuan penyelenggaraan Bimtek. Narasumber selanjutnya adalah Umbu Hinggu Panjanji yang memaparkan pengalaman menjalankan koperasi yang dipimpinnya dalam mengelola pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Desa Kamanggih, Kabupaten Sumba Timur.

Seluruh peserta mendapatkan motivasi yang sangat positif dari para narasumber. Nantinya, merekalah yang diharapkan berada di garda terdepan dalam memberikan kontribusi dan perubahan ke arah yang lebih baik dalam pengelolaan koperasi EBT di kabupaten masing-masing di Sumba. Semangat mereka kembali diangkat oleh  narasumber lainnya, yaitu Yermias R.A Manu dan Nadra Iryani. Keduanya mengajak peserta melakukan analisis usaha dan memotivasi mereka untuk membuat rencana tindak lanjut pasca pelaksanaan Bimtek.