155254_sumba

Sumba Timur – Tingkat elektrifikasi di Sumba Timur masih sangat rendah, di 2014 masih sekitar 48,5%. Artinya, sejak Indonesia merdeka sampai saat ini, banyak warga di daerah ini tak menikmati listrik.

Ketika detikFinance mengunjungi daerah ini bersama Menteri ESDM Sudirman Said dan rombongan Kementerian ESDM, Selasa-Rabu (7-8/4/2015), menuju Desa Kamanggih yang jaraknya seratusan kilometer dari Waingapu ibu kota Sumba Timur, setiap sisi jalan tak ada lampu penerangan jalan, otomatis ketika malam, daerah ini gelap gulita.

Satu-dua rumah di tengah padang savana terlihat dan jaraknya berjauhan. Namun dari luar, terlihat ada dua-tiga lampu yang menyala, padahal tidak ada tiang dan kabel listrik.

Ternyata rumah tersebut menggunakan SHS (Solar House System), yang memanfaatkan energi matahari di siang hari. Kemudian energinya disimpan ke dalam baterai seukuran aki mobil.

“SHS itu ada yang dari PLN, dibagikan ke setiap rumah dan pemilik rumah hanya bayar sekitar Rp 20.000/bulan. Daya listrik yang dihasilkan mampu menyalakan lampu 2-3 lampu di malam hari,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Rida Mulyana, ditemui dk Desa Kemanggih, Sumba Timur, NTT.

Martin warga Sumba Timur mengungkapkan, sebelum ada listrik, kegiatan sehari-hari masyarakat berhenti di malam hari. Semuanya memilih tidur. karena tak ada aktivitas yang bisa dilakukan.

“Tapi sekarang ada lampu yang menyala di rumah, walau hanya dua lampu, anak-anak bisa belajar dengan nyaman, istri bisa melanjutkan menenun kain, di mana kainnya dijual untuk menambah penghasilan keluarga,” ungkapnya.

Ada lagi warga yang lebih beruntung, karena pemerintah dan lembaga swadaya membangunkan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (angin), mikro hidro, biomass, dan lainnya, sehingga bisa digunakan untuk mesin pompa air, sehingga tidak jauh lagi mengambil air.

“Listriknya juga untuk pompa air untuk irigasi di sawah dan kebun. Begitu berharga listrik di sini, walau dayanya kecil,” tutup Martin.
(rrd/dnl)

Rista Rama Dhany – detikfinance Rabu, 08/04/2015 13:49 WIB
http://finance.detik.com/read/2015/04/08/134915/2881304/1034/berpuluh-tahun-gelap-gulita-ini- arti-listrik-bagi-warga-pelosok-sumba%5B4/8