Bisnis.com, JAKARTA – Kegiatan Sumba Investment Forum diharapkan mendorong investor swasta merealisasikan Pulau Sumba sebagai Pulai Ikonis (SII) Energi Terbarukan.

Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana saat membuka Sumba Investment Forumhari ini, Senin (20/2/2017).

Pengunjung menikmati keindahan air terjun Agal, Desa Marente, Alas, Sumbawa Besar, Sumbawa, NTB, Sabtu (28:1). - Antara:Eka Fitriani

Pengunjung menikmati keindahan air terjun Agal, Desa Marente, Alas, Sumbawa Besar, Sumbawa, NTB, Sabtu (28:1). – Antara:Eka Fitriani

Berdasarkan kajian Rencana Umum Penyediaan Energi Sumba (RUPES) yang disusun oleh ADB pada 2015, untuk pencapaian rasio elektrifikasi 95%, pada 2020 Pulau Sumba membutuhkan total nilai investasi US$428,4 juta.

‚ÄúDengan nilai investasi tersebut, tentunya tidak bisa hanya berasal dari APBN dan lembaga donor, tetapi juga sangat dibutuhkan partisipasi dan investasi swasta untuk memenuhi target Program SII pada tenggat 2020,” ujar dia.

Program SII yang telah diinisiasi sejak 2011 oleh Kementerian ESDM, Bappenas dan Hivos merupakan salah satu wujud keberpihakan pemerintah untuk menciptakan pemerataan pembangunan di pulau-pulau terluar dan daerah-daerah tertinggal melalui peningkatan akses energi yang berkelanjutan.

Dalam kurun waktu lebih kurang lima tahun implementasi Program SII, telah berhasil meningkatkan akses energi di Pulau Sumba dalam hal peningkatan rasio elektirifkasi, peningkatan instalasi pembangkit, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia baik pada pemerintah daerah maupun masyarakat secara umum.

Rasio elektifikasi Pulau Sumba telah meningkat signifikan dari 24,5% pada 2010 menjadi 42,67% pada 2016, serta Infrastruktur yang terbangun terdiri dari PLTMH, PLTS, PLTB dan juga bentuk-bentuk pengembangan energi terbarukan lainnya seperti biogas untuk penerangan dan memasak, solar water pumping untuk irigasi pertanian, smart PJU, dan tungku hemat energi.

Rida menyampaikan, besarnya tantangan dan target yang harus dicapai pada 2020, menuntut keseriusan dan kerjasama semua pihak. Teknologi smart grid dapat menjadi salah solusi untuk pencapaian target rasio elektrifikasi 95% serta penggunaan energi terbarukan sebesar-besarnya di Pulau Sumba.

 

Sumber: Bisnis.com